Bakso KPK merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner yang mengkhususkan diri pada bakso daging sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha pada Bakso KPK yang ditinjau dari dua aspek utama, yaitu aspek pasar dan aspek finansial. Permasalahan utama yang dihadapi usaha ini meliputi fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan modal, dan strategi pemasaran yang kurang optimal. Akibatnya terjadi penurunan penjualan sebesar 48% pada tahun 2020 yang menjadi latar belakang utama pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan teknik peramalan (metode konstan dan regresi linier) untuk analisis tren pasar serta indicator kelayakan finansial (NPV, IRR, Payback Period, dan Profitability Index) untuk evaluasi keuangan. Hasil peramalan metode regresi linier menunjukkan akurasi lebih tinggi (MSE: 336.843,83) dalam memprediksi tren penjualan, yang mengindikasikan potensi penurunan pada tahun 2025 sehingga diperlukan inovasi pemasaran. Secara finansial, usaha ini terbukti layak dengan NPV positif (Rp24.299.963,17), IRR tinggi (49%), Payback Period singkat (1,95 bulan), dan Profitability Index sebesar 3,441. Berdasarkan temuan tersebut disarankan rekomendasi strategis meliputi diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi efisiensi operasional, dan perluasan pemasaran digital. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bakso KPK secara finansial layak untuk dilanjutkan, namun memerlukan strategi adaptif guna menghadapi dinamika pasar dan mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.
Copyrights © 2025