Sebagai pengguna platform marketplace tentunya mengharapkan bantuan cepat dari pihak terkait ketika ada masalah, namun dukungan pelanggan dari pihak Shopee sendiri masih kurang. butuh beberapa saat untuk mendapatkan balasan. Terkadang, beberapa kasus pelanggan reply tidak membantu sama sekali sehingga masalah yang seharusnya cepat diselesaikan, lama kelamaan selesai. Untuk menciptakan kesadaran merek yang baik dan memengaruhi niat pembelian kembali mereka. masalah layanan pelanggan dan beberapa produk perlu diselesaikan dan merupakan hal penting yang harus diperbaiki agar kualitas yang dirasakan tetap terjaga agar tercipta rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh brand awareness terhadap repurchase intention dengan perceived quality sebagai variabel mediasi. Dampak dari proses pembelajaran ini dilakukan oleh analitik data. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Metode ini diolah dengan menggunakan SPSS. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 390 responden yang menggunakan Shopee Indonesia. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa brand awareness dan perceived quality secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli ulang, serta adanya peran mediasi dari perceived quality yang memperkuat hubungan brand awareness. Keywords-brand awareness, perceived quality, repurchase intention, Shopee, Shopee Indonesia
Copyrights © 2024