Pada umumnya, masalah gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu kondisi kesehatan yang sering terjadi akibat pekerjaan. Musculoskeletal Disorders (MSDs) dapat disebabkan oleh bermacam faktor yaitu faktor individu meliputi umur, ukuran tubuh, kebiasaan merokok dan kesegaran jasmani. Aspek ergonomi menjadi penting dalam melakukan evaluasi secara menyeluruh guna menilai keseuaian desain sistem kerja yang ada, baik dari pekerjaan dan pekerjanya. Seperti dilakukannya identifikasi risiko keluhan otot untuk mengurangi risiko MSDs dan kelelahan sebagai human error penyebab kecelakaan lalu lintas. Pengemudi bus pariwisata yang berjumlah 14 orang di PT Sahabat Prima Abadi, rata-rata bertugas 9-10 jam per hari dengan durasi istirahat yang tak tentu. Hal ini menyebabkan adanya keluhan otot yang dirasakan pengemudi. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat risiko keluhan otot pada pengemudi bus dengan metode HARM (Hand And Arm Risk Method), melihat hubungan antara faktor individu (umur, ukuran tubuh, kebiasaan merokok dan kesegaran jasmani) dengan gangguan musculoskeletal disorder dan memberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai. Didapatkan hasil skor penilaian metode HARM sebesar 73,5, mengindikasikan tingkat risiko keluhan otot yang tinggi pada leher, lengan dan bahu dan membutuhkan tindakan perbaikan segera. Uji spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan dan korelasi kuat antara faktor individu (p<0,05) yaitu umur, kebiasaan merokok dan kesegaran jasmani dengan keluhan otot. Sedangkan faktor individu ukuran tubuh mempunyai korelasi yang lemah dan tidak signifikan (p>0,05 . Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan dengan cara rekayasa teknik dan rekayasa manajemen.
Copyrights © 2023