Rendahnya pemahaman soal HOTS guru disebabkan karena kurangnya pengalaman penggunaan soal HOTS. Pada tataran yang lebih awal, mahasiswa calon guru juga perlu memiliki pemahaman soal HOTS yang mumpuni dan pasti agar ketika menjadi guru nantinya sudah siap dalam menerapkan penilaian dan pembelajaran berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan pemahaman soal HOTS mahasiswa antara sebelum dan sesudah menempuh mata kuliah yang terkait dengan pengalaman penggunaan soal HOTS, yaitu mata kuliah evaluasi pembelajaran yang mempelajari mengenai soal HOTS secara teoritis, dan mata kuliah PLP (Pengalaman Lapangan Persekolahan) yang mempelajari soal HOTS secara praktis. Dimana nantinya dengan adanya penelitian ini akan memungkinkan diadakan tindakan-tindakan pengoptimalan pemahaman soal HOTS mahasiswa dengan lebih terfokus dan terarah. Metode yang diterapkan untuk penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan statistik komparatif dengan metode one way anova dengan pengujian lanjutan metode scheffe. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada perbedaan pemahaman soal HOTS yang signifikan antara sebelum dan sesudah mendapat teori serta praktik penggunaan soal HOTS. Dimana nilai pemahaman soal HOTS rata-rata mahasiswa sebelum menempuh mata kuliah evaluasi pembelajaran sebesar 27,52 dan berada pada kriteria kurang, sedangkan nilai rata-rata mahasiswa sesudah menempuh mata kuliah evaluasi pembelajaran sebesar 32,78 dan berada pada kriteria cukup, serta nilai rata-rata mahasiswa sesudah menempuh mata kuliah PLP sebesar 49,52 dan berada pada kriteria baik.
Copyrights © 2023