Komunikasi interpersonal merupakan aspek fundamental dalam praktik pekerjaan sosial, krusial dalam membangun hubungan profesional yang efektif dan bermakna antara pekerja sosial dan klien. Artikel ini mengkaji peran komunikasi interpersonal sebagai strategi intervensi dalam konteks pekerjaan sosial melalui studi literatur. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis terhadap karya ilmiah mengenai komunikasi interpersonal, intervensi pekerjaan sosial, dan teori pekerjaan sosial modern yang relevan dengan konsep Malcolm Payne. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memiliki fungsi strategis sebagai sarana dialogis, terapeutik, dan pemberdayaan. Proses komunikasi memungkinkan terbentuknya makna sosial yang dinegosiasikan secara reflektif, mendorong partisipasi aktif klien dalam perubahan sosial, serta memperkuat posisi pekerja sosial sebagai mitra dalam pemulihan dan keberdayaan klien. Pendekatan relasional Payne yang menggabungkan konstruktivisme, naratif, dan pemberdayaan memperkaya strategi komunikasi dalam intervensi sosial yang humanistik dan kontekstual. Selain itu, konsep komunikasi terapeutik dari Stuart dan Sundeen menegaskan pentingnya aspek afektif dalam pemulihan emosional. Kajian ini juga menyoroti berbagai tantangan dalam praktik, seperti hambatan budaya, beban administratif, dan ketimpangan relasi kuasa. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan kompetensi komunikasi interpersonal dalam pendidikan pekerjaan sosial, praktik reflektif, dan ruang intervensi yang etis dan suportif. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dalam menempatkan komunikasi interpersonal sebagai fondasi strategis dalam intervensi, serta membuka ruang bagi penelitian lapangan lebih lanjut untuk menguji efektivitasnya secara kontekstual.
Copyrights © 2025