ABSTRAK Ikan merupakan komoditas pangan yang mudah mengalami penurunan mutu akibat pembusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran Ikan bawal hitam (Parastromateus niger), nila (Oreochromis niloticus), dan mujair (Oreochromis mossambicus Peters) yang dijual di Pasar Cicaheum, Kota Bandung, berdasarkan uji organoleptik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengamatan visual terhadap karakteristik fisik ikan, meliputi mata, insang, lendir, daging, bau, dan tekstur pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 07.55 WIB dan 15.03 WIB. Penilaian kesegaran mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2729:2013 dengan skala 1–9, dimana nilai minimal 7 menunjukkan ikan masih segar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pukul 07.55 WIB seluruh jenis ikan masih segar dengan nilai rata-rata di atas 8, namun mengalami penurunan mutu pada pukul 15.03 WIB dengan nilai di bawah standar segar. Temuan ini menegaskan pentingnya pengujian organoleptik sebagai indikator mutu sensorik dalam memastikan ikan yang dipasarkan memenuhi standar kesegaran. Kata Kunci: Bawal laut, Ikan segar, Kesegaran, Pasar cicaheum,Uji organoleptik.
Copyrights © 2025