Stunting adalah terganggunya pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang diakibatkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak cukup. Stunting juga disebabkan karena status gizi ibu saat hamil yang rendah. Perbaikan masalah kekurangan besi tentu dimulai sejak kehamilan. Status besi saat kehamilan, salah satu penentu pertumbuhan dan kesehatan janin. Remaja putri merupakan calon ibu dimana kesehatannya harus diperhatikan untuk melahirkan anak yang sehat yang terhindar dari risiko stunting. Salah satu penyakit yang diderita oleh remaja putri adalah anemia akibat konsumsi makanan atau energi yang rendah. Anemia pada remaja menjadi masalah yang memerlukan perhatian di Indonesia, hal ini karena anemia dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan produktivitas. Faktor penyebab anemia pada remaja putri perlu dikaji untuk menekan prevalensi anemia yang terus meningkat. Prevalensi anemia remaja putri usia 10-24 tahun berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018 meningkat menjadi 32%, dari 21,4% pada tahun 2013. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa kegiatan diantaranya: penyuluhan, pemeriksaan Hb dan pelatihan pemeriksaan Hb untuk pengurus UKS. pengetahuan peserta meningkat sekitar 69% setelah dilakukan penyuluhan, hasil pemeriksaan Hb terhadap 105 orang remaja putri terdapat 3 orang yang mengalami anemia. Sebanyak 12 orang siswa mengikuti pelatihan pemeriksaan Hb.
Copyrights © 2025