Proses pembelajaran menunjukkan bahwa guru menggunakan metode ceramah dan diskusi. Namun, saat guru mengajukan pertanyaan terkait materi, siswa tidak mampu menjawab, sehingga berdampak pada pemahaman kemampuan visual spasial siswa. Kemampuan visual spasial merujuk pada pemahaman terhadap visual yang berkaitan dengan gambar dan spasial berkenaan dengan ruang atau tempat yang melibatkan pemahaman dalam mengenal bentuk, jumlah, maupun posisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan visual spasial siswa pada soal pola gambar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas dan 3 siswa kelas IV yang mewakili kategori kemampuan visual spasial yang tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kemampuan tinggi menguasai semua indikator, yang mencakup pengimajinasian, pengkonsepan, pencarian pola, dan penyelesaian masalah. Siswa kemampuan sedang hanya menguasai dua indikator, yaitu pengimajinasian dan penyelesaian masalah. Sedangkan siswa kemampuan rendah hanya menguasai satu indikator, yaitu pengimajinasian. Sesuai hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan visual spasial memiliki peran penting dalam pembelajaran karena mendukung pemahaman siswa dan memudahkan dalam mengolah informasi yang disampaikan.
Copyrights © 2025