Kegiatan bermain di sekolah memberikan dampak yang baik pada banyak aspek seperti kesehatan anak melalui aktivitas fisik, aspek kognitif yang membantu anak mengenal lingkungan sekitar, hingga pada aspek sosial melalui komunikasi antar anak dan tenaga pengajar. Elemen lingkungan outdoor sekolah dasar menyediakan ruang yang dapat digunakan anak untuk melakukan eksplorasi berbagai macam permainan, tetapi dengan layout yang dimiliki saat ini oleh sekolah dasar negeri masih terdapat limitasi khususnya pada penyediaan playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ruang outdoor sekolah dasar sebagai ruang bermain anak pada jam istirahat. Penelitian dilakukan di SDN Gondolayu, Yogyakarta melalui metode behavior mapping yang menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan pemanfaatan ruang oleh anak laki-laki dan perempuan serta perbedaan aktivitas bermain oleh anak dalam kelompok usia kelas rendah (kelas 1-3) dengan kelompok usia yang lebih tua (kelas 4-6).
Copyrights © 2024