Kapasitas vital paru (KVP) merupakan indikator penting untuk menilai fungsi paru. Pekerja sektor informal seperti pemulung di TPA Jatibarang berisiko mengalami gangguan fungsi paru akibat paparan polutan dan status gizi yang tidak optimal. Indeks massa tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi berpotensi memengaruhi fungsi paru melalui berbagai mekanisme fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan KVP pada pemulung di TPA Jatibarang Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 64 pemulung yang dipilih secara acak. Data IMT diperoleh dari pengukuran tinggi dan berat badan, sedangkan KVP diukur menggunakan spirometri. Hasil menunjukkan bahwa 60,94% responden memiliki IMT tidak normal dan 57,81% mengalami gangguan KVP. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara IMT dan KVP (ρ = -0,335; nilai p = 0,007). Semakin tinggi nilai IMT, maka nilai KVP pada pemulung semakin rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa IMT merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan gangguan fungsi paru pada pemulung di TPA Jatibarang.
Copyrights © 2025