Lingkungan merupakan anugrah Allah SWT yang harus dijaga keberadaanya oleh setiap individu. Setiap kerusakan lingkungan akan menimbulkan gejolak sosial yang tidak dapat dikendalikan. Data menunjukkan bahwa 40% kerusakan lingkungan diakibatkan oleh sampah. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta karena sepanjang tahun 2023, Yogyakarta menjadi wilayah darurat sampah. Lembaga yang mampu memberikan kontribusi adalah pondok pesantren. Dengan didasari ilmu agama dan pendidikan yang kuat, para santri bisa mewujudkan tanggung jawab sosial di lingkungannya, yang dikenal dengan sebutan santri social responsibility. Fokus penelitian ini dilakukan di PP An Nur Yogyakarta dengan jumlah santri mencapai 2665. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel Crancjie and Morgan dengan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel 338 santri. Alat statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah SEM-PLS 4.0 dengan melakukan uji pilot test untuk 40 responden pertama, kemudian dilanjutkan dengan uji outer dan inner model. Faktor-faktor yang mampu mempengaruhi santri social responsibility adalah fiqh al-bi’ah dan pendidikan lingkungan. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel ini memiliki pengaruh positif signifikan terhadap santri social responsibility. Frugal living diperkenalkan dalam penelitian ini untuk memoderasi pengaruh fiqh al-bi’ah dan pendidikan lingkungan terhadap santri social responsibility. Dan hasil memperlihatkan bahwa frugal living tidak signifikan memoderasi terwujudnya santri social responsibility.
Copyrights © 2025