Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, sebagai upaya memberikan solusi terhadap permasalahan kelangkaan pupuk subsidi dan defisiensi unsur hara pada tanaman padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan sumber daya lokal berupa akar bambu sebagai bahan dasar pembuatan pupuk hayati Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan pembuatan, pengaplikasian, serta monitoring dan evaluasi PGPR pada lahan padi. Pelatihan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan Kelompok Tani Tirtoagung sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman petani mengenai konsep dasar PGPR dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 56% meningkat menjadi 89% pada post-test. Seluruh peserta berhasil memproduksi PGPR secara mandiri dan mengaplikasikannya di lahan dengan dosis 1 liter PGPR per 10 liter air pada umur tanaman 15, 30, dan 45 HST. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan peningkatan pertumbuhan vegetatif tanaman, jumlah anakan produktif, serta kondisi tanah yang lebih gembur. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan PGPR berbasis akar bambu mampu menjadi alternatif solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan dalam menghadapi kelangkaan pupuk sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian berkelanjutan di Desa Glagahwero.
Copyrights © 2025