Kekasaran permukaan adalah salah satu karakteristik penting dalam metode pemesinan karena berpengaruh pada kinerja komponen mesin. Parameter pemesinan seperti kedalaman potong, kecepatan potong, kecepatan gerak pahat, kecepatan putar spindel, lama waktu pemesinan, pendingin, jenis benda kerja, jenis pahat, dan kondisi pemesinan, memiliki dampak signifikan terhadap kualitas kekasaran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran spindel dan kedalaman pemotongan dalam proses pembubutan dengan metode dry cutting terhadap kekasaran permukaan Baja ST 41 menggunakan pahat karbida. Penelitian ini dilakukan dengan variasi kecepatan makan 530,4, 224,4, 37,74 mm/menit dan ketebalan makan 0,2, 0,4 dan 0,6 mm. Total 9 spesimen Baja ST 41 digunakan dalam eksperimen ini. Berdasarkan hasil pengujian, Nilai rata-rata kekasaran permukaan pada spesimen A1 adalah 10,334 µm termasuk ke dalam range N10, A2 dengan 8,675 µm (N9), dan A3 rata – rata nilai kekasaran permukaanya ialah 9,296 µm (N9). Sedangkan nilai rata – rata kekasaran spesimen B1 yaitu 3.889 µm (N8), B2 = 2,076 µm (N7), B3 = 2,404 µm (N7). Dan yang terakhir adalah C1 = 1,415 µm (N7), C2 = 1,665 µm (N7), C3 = 1,704 µm (N7) yang artinya tingkat kekasaran permukaan yang dicapai masih dalam standar yang diizinkan dari hasil pada proses pembubutan.Keywords: Kecepatan Makan, Ketebalan Makan, Kekasaran Permukaan, Baja ST 41, Pahat Karbida
Copyrights © 2024