Sagu (Metroxylon sp.) merupakan salah satu tanaman penghasil pati yang berpotensi besar sebagai sumber pangan lokal alternatif di Indonesia. Meskipun ketersediaannya melimpah, pemanfaatan sagu sebagai bahan pangan olahan di masyarakat masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu – ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Tosale melalui inovasi teknologi pengolahan sagu, guna mendukung diversifikasi pangan dan memperkuat kemandirian pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pre-test, penyampaian materi, praktik pengolahan, pendampingan, serta evaluasi melalui post-test. Peserta pelatihan berjumlah 20 orang. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman rata-rata sebesar 55,15%, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 68%. Dengan demikian, terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 12,85% setelah mengikuti pelatihan. Selain peningkatan aspek pengetahuan, peserta juga berhasil memproduksi berbagai produk olahan berbasis sagu seperti tepung instan, mie, dan kue kering, dengan teknik pengemasan lebih baik serta pemahaman awal strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis inovasi teknologi dapat meningkatkan keterampilan peserta, sekaligus berkontribusi pada upaya diversifikasi dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Copyrights © 2025