Penggunaan pendekatan Business Process Model and Notation (BPMN) bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan sistem produksi cokelat batang. Proses produksi yang kompleks memerlukan representasi yang sistematis dan terstruktur agar dapat dimengerti oleh berbagai pihak yang terlibat. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi terhadap tahapan-tahapan utama produksi mulai dari penerimaan biji kakao, pemrosesan kakao, pencampuran bahan tambahan, hingga pengemasan produk akhir. Pemodelan BPMN digunakan untuk menggambarkan alur proses secara visual, melibatkan stakeholder penting dan interaksi antar aktivitas. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa BPMN dapat digunakan sebagai alat bantu yang efektif dalam perancangan dan evaluasi sistem produksi pangan, serta dasar dalam optimasi peoses dan pengendalian mutu.
Copyrights © 2025