Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta hambatan yang dihadapi guru dalam membangun karakter kemandirian siswa, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Pendidikan karakter, termasuk nilai kemandirian, merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang harus ditanamkan sejak dini guna membentuk generasi yang bertanggung jawab dan tangguh. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggabungkan studi kepustakaan dan wawancara langsung dengan Ibu Ipah Syaripah, wali kelas 2 di MI Al Khoeriyah 01, sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, fasilitator, sekaligus teladan dalam membentuk karakter mandiri siswa. Guru membimbing siswa melalui pembiasaan tanggung jawab harian di kelas, memberikan proyek-proyek mandiri, dan menciptakan suasana belajar yang mendorong partisipasi aktif. Namun, dalam pelaksanaannya, guru juga menghadapi sejumlah hambatan, seperti kurangnya motivasi dan rasa percaya diri siswa, perbedaan tingkat kesiapan individu, serta keterbatasan waktu pembelajaran di sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, guru berupaya memberikan motivasi, menetapkan target belajar yang realistis, dan menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua agar nilai kemandirian dapat dibentuk secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025