Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 79 responden penderita diabetes melitus yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner DASS-42 (α=0,90) untuk mengukur tingkat stres dan lembar observasi kadar gula darah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden mengalami stres sedang (43,0%), diikuti stres ringan (30,3%), stres berat (22,8%), dan stres sangat berat (3,8%). Sebanyak 67,1% responden memiliki kadar gula darah tidak terkontrol. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif yang kuat antara tingkat stres dan kadar gula darah (r=0,681; p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Manajemen stres yang efektif perlu ditingkatkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk mempertahankan kontrol glikemi.
Copyrights © 2024