Provinsi Maluku merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi asam urat aling tinggi dari prevalensi rata-rata nasional, dimana terjadi peningkatan mencapai angka 8,9% sedangkan dari diagnosis dan gejala meningkat mencapai angka 18,8 %. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa penderita asam urat meningkat setiap tahunnya di dunia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Subjek penelitian merupakan remaja 19-25 tahun berjumlah 203 orang. Sampel dihitung dengan menggunakan jumlah sampel minimal yaitu 30 orang yang dipilih dengan purposive sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi dan kadar asam urat. Variabel independen adalah pola makan yang terdiri dari jumlah asupan purin, jenis makanan tinggi purin dan frekuensi makan. Berdasarkan hasil penelitian, responden paling banyak berada pada umur 20 tahun (46.7%) dan berjenis kelamin perempuan (86.7%). Nilai p pada hubungan jumlah makan dengan status gizi yaitu 0.409, hubungan jenis makan dengan status gizi 0.823 dan hubungan frekuensi makan dengan status gizi 0.269. Nilai p pada hubungan jumlah makan dengan kadar asam urat yaitu 0.681, hubungan jenis makan dengan kadar asam urat 0.321 dan hubungan frekuensi makan dengan kadar asam urat 0.014. Kesimpulannya tidak hubungan pola makan dengan status gizi, tapi terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kadar asam urat.
Copyrights © 2025