Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh metode pembelajaran berbasis bermain, penataan lingkungan main, serta keduanya secara simultan terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 32 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen yang tervalidasi oleh ahli dan memiliki reliabilitas tinggi (? = 0,89). Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas maupun keduanya secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis bermain dan penataan lingkungan main berpengaruh signifikan terhadap kemampuan interaksi sosial anak, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa keterampilan komunikasi, kerja sama, penyelesaian konflik, dan empati anak dapat ditingkatkan melalui penerapan metode bermain yang terarah dalam lingkungan main yang tertata.
Copyrights © 2025