Edu Masda Journal
Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA KOMBINASI EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) DAN DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DENGAN METODE URIKOURIK

Nurihardiyanti, Nurihardiyanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Sep 2025

Abstract

                                          ABSTRACTAlopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik). Berdasarkan hasil uji in vivo dapat memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikosurik beturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB).                                    ABSTRAKAlopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik) dengan cara tikus ditempatkan kedalam kandang metabolik dan urine tikus ditampung selama 5 jam. Lalu urine yang di dapat di simpan dalam vial dengan menggunakan syringe diberi label untuk membedakan kelompok uji lalu urine tersebut diukur kadar asam uratnya menggunakan reagen Uric Acid LS yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Pengukuran kadar asam urat dalam dilakukan dengan metode kalorimetri enzimatik menggunakan pereaksi untuk asam urat (Uric Acid LS). Berdasarkan hasil uji in vivo dapat memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikosurik beturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB). 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

edumasda

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Edu Masda Journal is a periodical scientific journal published by STIKes Kharisma Persada. Edu Masda Journal accepts scientific papers in the form of research reports (original article research papers) with focus and scope including Pharmacy, Public Health and Medical Record issues. Edu Masda ...