Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN PUSTAKA : HASIL KLINIS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN BEDAKUILIN TERHADAP PASIEN TB MDR DAN XDR Amalia, Tania Rizki; Fahriati, Andriyani Rahmah; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Aulia, Gina
Edu Masda Journal Vol 6, No 2 (2022): Edu Masda Journal Volume 6 Nomor 2
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v6i2.165

Abstract

Aktivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) dan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) secara In Vitro Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Sari, Annisa Kartika; Amalia, Tania Rizki
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16740

Abstract

Alopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi menghambat aktifitas enzim XO secara in vitro. Berdasarkan hasil uji in vitro perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung dapat menghambat aktifitas enzim XO dengan IC50 terbaik beturut-turut adalah 1:1 (22.54 μg/mL), 1:2 (36.62 μg/mL), dan 1:0,5 (67.82 μg/mL).
The Counseling Communities in Buaran Village RT 001 / RW 005 on the Appropriate Use of Antibiotics: Penyuluhan Penggunaan Antibiotik yang Tepat pada Masyarakat di Kelurahan Buaran RT 001 / RW 005 Saragih, Tanti Juwita; Fahriati, Andriyani Rahmah; Listiana, Ida; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Amalia, Tania Rizki; Adharudin, M.; Putro, Wahyu Gito; Umar, Camila Putri; Aulia, Atina Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v1i1.8

Abstract

Abstract Antibiotics are one of the most commonly used drugs in the community because they are so readily available, even without a prescription. Utilizing antibiotics excessively, improperly, and unnecessarily promotes the emergence of resistance and even multiple resistances in certain bacteria, which can lead to cross-infection. According to numerous studies conducted in Indonesia regarding antibiotic knowledge, there are still a large number of people from various circles who do not comprehend the use of antibiotics. Resistance to the antibiotics ampicillin (73%), cotrimoxazole (56%), chloramphenicol (43%), ciprofloxacin (22%), and gentamicin (18%) resulted in 781 patients infected with Escherichia coli bacteria in 2016, according to research conducted by Nisak. In addition, the results of the research on knowledge of antibiotic use in the community revealed that as many as 14 respondents had low knowledge and only 20 respondents had high knowledge of antibiotic use among mothers in the Airlangga Village area of the Gubeng District of Surabaya. Therefore, we perform community service utilizing health education techniques regarding the correct use of antibiotics. The activity was conducted for 120 minutes on June 25, 2022 in Buaran Village, RT001/RW005, Pamulang, Banten, Indonesia. The success of community service activities is determined by administering pre- and post-tests. From pre-test results of 64.3% to post-test results of 90.7%, there was an increase of 26.4% in the percentage of the public who knew about the use of antibiotics. Keywords: Antibiotics, Resistance, Public Knowledge
Aktivitas Antihiperurisemia Kombinasi Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) dan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) secara In Vitro Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Sari, Annisa Kartika; Amalia, Tania Rizki
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 1 No 2 (2022): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v1i2.16740

Abstract

Alopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi menghambat aktifitas enzim XO secara in vitro. Berdasarkan hasil uji in vitro perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung dapat menghambat aktifitas enzim XO dengan IC50 terbaik beturut-turut adalah 1:1 (22.54 μg/mL), 1:2 (36.62 μg/mL), dan 1:0,5 (67.82 μg/mL).
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA KOMBINASI EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) DAN DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DENGAN METODE URIKOURIK Nurihardiyanti, Nurihardiyanti
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.286

Abstract

                                          ABSTRACTAlopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik). Berdasarkan hasil uji in vivo dapat memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikosurik beturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB).                                    ABSTRAKAlopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik) dengan cara tikus ditempatkan kedalam kandang metabolik dan urine tikus ditampung selama 5 jam. Lalu urine yang di dapat di simpan dalam vial dengan menggunakan syringe diberi label untuk membedakan kelompok uji lalu urine tersebut diukur kadar asam uratnya menggunakan reagen Uric Acid LS yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Pengukuran kadar asam urat dalam dilakukan dengan metode kalorimetri enzimatik menggunakan pereaksi untuk asam urat (Uric Acid LS). Berdasarkan hasil uji in vivo dapat memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikosurik beturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB). 
POTENSI HYDROGEL LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA SECARA IN VIVO PADA MENCIT GALUR SWISS WEBSTER Sari, Diah Permata; Evani, Azmi Zauli; Sopian, Ahmad; Maelaningsih, Firdha Senja; UZ, LM Zulfahrin; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Fauziah, Vina
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.292

Abstract

                                                  ABSTRACTThe use of kepok banana peel as a traditional medicine can be an alternative for people to further develop the use of traditional medicine, one of which is as a wound healing ingredient. The purpose of this study was to formulate hydrogel preparations from kepok banana peel extract (Musa paradisiaca L) with various concentrations as an effort in developing preparations for healing open wounds. The research method used was experimental, namely evaluation of hydrogel preparations and in vivo wound closure tests on Swiss Webster mice. The results of hydrogel tests with 3 formulas obtained that F1 HG-EKPK 2.5%, F2 HG-EKPK 5% and F3 HG-EKPK 7.5%, resulted in no physical problems in the organoleptic test, although in the evaluation of homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness and viscosity there was instability in concentration. Based on the results of the In Vivo test, it was found that the administration of hydrogel preparations at F1 HG-EKPK 2.5%, F2 HG-EKPK 5%, F3 HG-EKPK 7.5% showed optimal wound closure when compared with the negative control                                                      ABSTRAKPemanfaatan kulit pisang kepok sebagai obat tradisional dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk lebih mengembangkan penggunaan obat tradisional, salah satunya sebagai bahan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan hidrogel dari ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L)dengan berbagai konsentrasi sebagai upaya dalam pengembangan sediaan sebagai penyembuhan luka terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yakni evaluasi sediaan hydrogel dan uji penutupan luka secara in vivo pada mencit galur swiss webster. Hasil uji hidrogel dengan 3 formula didapatkan bahwa F1 HG-EKPK 2,5%, F2 HG-EKPK 5% dan F3 HG-EKPK 7.5%, menghasilkan pada uji organoleptis tidak terdapat permasalahan secara fisik, meskipun pada evaluasi homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan juga viskositas terdapat ketidak stabilan pada sediaan. Berdasarkan hasil uji In Vivo pada mencit diketahui bahwa pemberian sediaan hidrogel pada F1 HG-EKPK 2,5%, F2 HG-EKPK 5%, F3 HG-EKPK 7.5% menunjukan penutupan luka optimal jika dibandingkan dengan kontrol negatif.
Kearifan Lokal Pepaya: Tinjauan Aktivitas Farmakologi Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Kurniawati, Dewi Indah; Fahriyanti, Andriyani Rahmah
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29041

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman dengan aktivitas farmakologis luas yang didukung oleh berbagai penelitian in vitro, in vivo, dan studi klinis. Tujuan dari review literatur ini adalah mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam bagian tumbuhan dan aktivitas farmakologi dari Carica papaya L. Review terhadap studi tentang kandungan senyawa aktif dan aktivitas farmakologi Carica papaya L. dilakukan dengan cara penelusuran pustaka yang dapat diakses pada situs penyedia jurnal terpercaya dan dilanjutkan dengan memilih 10 tahun terakhir. Sehingga, diketahui bahwa tanaman pepaya memiliki bermacam-macam kandungan senyawa aktif yaitu termasuk daun, biji, buah, dan getah, mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, karotenoid, vitamin C dan enzim proteolitik yang berperan dalam aktivitas terapetiknya. yang memiliki aktivitas farmakologi seperti antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi, analgesik, dan antiparasit/antihelmentik.
HUBUNGAN PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET DAN PERILAKU PENGGUNAAN SUNSCREEN TOPIKAL SEDIAAN KRIM TERHADAP TERJADINYA SUNBURN PADA PEKERJA LAPANGAN DI TANGERANG SELATAN Kurniawati, Dewi Indah; Adha, Muhammad Zulfikar; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; U. Z., L. M. Zulfahrin; Nahir, Cikal Fiarsi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 2 (2025): Pharmaceutical Science Journal Vol 5 No 2, 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i2.1178

Abstract

ABSTRAKKulit merupakan pelindung utama tubuh dari paparan sinar ultraviolet (UV), namun paparan berlebihan dapat menyebabkan sunburn hingga meningkatkan risiko kanker kulit (Watson et al., 2016). Indonesia sebagai negara tropis memiliki intensitas UV yang tinggi, sehingga pekerja lapangan lebih rentan terhadap dampak buruk sinar UV (Wadoe et al., 2019). Sunscreen topikal sediaan krim dapat memberikan perlindungan, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada perilaku penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan sinar ultraviolet dan perilaku penggunaan sunscreen topikal sediaan krim terhadap kejadian sunburn pada pekerja lapangan di Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 384 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara paparan sinar UV dengan kejadian sunburn (p 0,001; r = 0,974), serta hubungan negatif yang kuat antara perilaku penggunaan sunscreen dengan kejadian sunburn (p 0,001; r = -0,964). Disimpulkan bahwa paparan UV dan perilaku penggunaan sunscreen memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian sunburn. Edukasi dan pembentukan kebiasaan protektif dalam penggunaan sunscreen sangat penting, terutama bagi pekerja lapangan.