Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fluktuasi harga minyak terhadap output sektor manufaktur menggunakan data panel 34 provinsi Indonesia selama periode 2010–2023. Hasil estimasi Fixed Effects Model (FEM) menunjukkan bahwa harga minyak dan penanaman modal luar negeri memiliki pengaruh signifikan secara positif terhadap output manufaktur, yang mendukung pertumbuhan melalui transfer teknologi, perluasan kapasitas produksi, dan mendorong aktivitas di sektor energi. Sebaliknya, jumlah angkatan kerja memiliki pengaruh signifikan secara negatif, yang mencerminkan ketidaksesuaian struktural dalam tenaga kerja dan peningkatan otomatisasi di sektor manufaktur. Penelitian ini menekankan pentingnya stabilitas harga minyak, peningkatan aliran investasi, diversifikasi sumber energi, dan pelaksanaan pelatihan tenaga kerja yang terarah untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024