Industri makanan di Indonesia saat ini semakin berkembang (A. N. Sari & Dewi, 2022), karena itu semakin marak penggiat baru dengan beragam jenis pilihan di bidang kuliner. Beragam cara dilakukan untuk memenangkan persaingan. Salah satunya dengan pendekatan penjualan yang berbasis empati (selling with emphathy). Pendekatan penjualan berbasis empati yang baik menjadi penentu untuk peningkatkan penjualan (Hamid, et. al), khususnya di produk makanan serta minuman (Zulfikar Ervandi & Nainggolan, 2021). Salah satu yang bergerak di industri makanan dan minuman ini adalah Massimo Gelato Unesa Surabaya yang mengedepankan penjualan gelato di dalam bisnisnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah para karyawan Massimo Gelato, Unesa ini sudah mengaplikasikan penjualan berbasis empati dan apakah memiliki pengaruh pada keputusan pembelian para pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner tertutup dan terbuka sebagai alat bantunya. Karyawan Massimo Gelato, Unesa Surabaya menjadi target penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan para karyawan Massimo Gelato Unesa berhasil menerapkan penjualan berbasis empati dan mempengaruhi keputusan pembelian para pelanggan. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu hanya terfokus pada gerai Massimo Gelato cabang Unesa saja. Lewat penelitian ini diharapkan adanya potensi pengaruh penjualan berbasis empati pada keputusan pembelian, khususnya di bidang dessert lainnya.
Copyrights © 2024