Dalam era modernisasi ini, keberadaan pesantren tradisional menjadi pertanyaan banyak fihak tentang relevansinya untuk tetap dipertahankan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal hasil penelitian sebelumnya yang masih terkait. Artikel ini menemukan bahwa pondok pesantren adalah model institusi pendidikan yang memiliki keunggulan, baik dari sisi transmisi dan internalisasi moralitas umat Islam maupun dari aspek tradisi keilmuan. Namun perkembangan arus globalisasi yang semakin cepat mengaharuskan pesantren untuk melakukan perubahan dan perkembangan agar bisa mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Para ahli berpendapat bahwa pondok pesantren akan terdesak oleh tantangan di masa depan, yang dilatarbelakangi oleh kecenderungan pesantren untuk menutup diri terhadap perubahan di sekelilingnya. Sistem pendidikan pesantren harus melakukan upaya-upaya konstruktif agar tetap relevan dan mampu bertahan. Thesis statement ini serupa dengan Cholilatus Sa’diyah, Muhamad Abdul Manan, Yusron Maulana El-Yunusi, dan berbeda dengan Muhammad Alqadri Burga et. al., Afga Sidiq Rifai, Ani Rindiani et. al.
Copyrights © 2022