Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perencanaan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian dan evaluasi penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh empat lembaga di Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini meggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena - fenomena sosial di masyarakat petani melalui data - data yang dikumpulkan dan dianalisa secara mendalam. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, 1.) Empat lembaga belum menyusun perencanaan penyuluhan pertanian secara lengkap dan tertulis sesuai dengan pedoman, perencanaan penyuluhan hanya dibuat pada saat akan memberikan materi penyuluhan kepada penerima manfaat sehingga kegiatan penyuluhan tidak memiliki pedoman yang tetap terkecuali lembaga LSM Field yang sudah mempunyai jadwal penyuluhan yang rutin dengan materi yang sudah disepakati sebelumnya. 2.) Pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh lembaga LSM Field bersifat learning by doing atau belajar sambil berbuat, sementara petani maju lebih memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh penerima manfaatnya, sementara lembaga panti KAUM lebih ke praktek langsung dilahan dan memberikan contoh kepada penerima manfaatnya dan penyuluh pemerintah lebih cenderung ke penyampaian informasi - informasi yang berkaitan dengan inovasi tertentu dari program pemerintah. 3.) Evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh empat lembaga hanya dilakukan pada evaluasi materi penyuluhan pertanian, evaluasi belum dilakukan pada program, media dan metode penyuluhan pertanian.
Copyrights © 2024