Klinik memiliki instalasi farmasi, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembinaan teknis kefarmasian dan menyelenggarakan, mengoordinasikan, mengatur, dan mengawasi seluruh kegiatan pelayanan farmasi. Perencanaan persediaan adalah salah satu teknik kefarmasian di klinik. Kelebihan stok (stagnant) dan kekurangan stok (stockout) adalah masalah yang sering terjadi saat merencanakan persediaan. Untuk memaksimalkan perencanaan, metode pengendalian digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan evaluasi perencanaan kuantitatif persediaan antibiotik di Instalasi Farmasi Klinik Utama Kumala Siwi di Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara observasional yang dirancang sebagai studi cross-sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan kartu stok penggunaan antibiotik yang tercatat pada tahun 2020 dengan teknik sampling purposive. Penelitian ini menggunakan metode EOQ dan MMSL. Hasil evaluasi perencanaan persediaan antibiotik dengan metode EOQ menunjukkan bahwa stok stagnan 15 (33,33%), stockout 10 (22,22%), normal 20 (44,44%), dan sedangan MMSL stagnan 18 (40%), stockout 18 (40%), dan normal 9 (20%).
Copyrights © 2023