Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta menyampaikan wilayah Jakarta Timur merupakan salah satu wilayah yang tercemar. Benzena merupakan salah satu zat yang bersifat karsinogenik yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk mengestimasi risiko pajanan benzena pada kelompok pedagang dan sopir yang berada di Terminal Kampung Rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel pada penelitian sebanyak 173 pada kelompok pedagang dan 142 pada kelompok sopir yang diambil dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi benzena adalah 0,17942 mg/m3. Perhitungan intake non karsinogenik dan karsinogenik pada pedagang (14 x 10-3 mg/kg/hari dan 6 x 10-3 mg/kg/hari) lebih besar dibandingkan pada kelompok sopir (14 x 10-3 mg/kg/hari dan 16 x 10-4 mg/kg/hari). Pada perhitungan risiko, kelompok pedagang memiliki nilai RQ>1 dan ECR > 10-4 sehingga membutuhkan manajemen risiko. Penurunan konsentrasi benzena 2,0-25,0% direkomendasikan sebagai manajemen risiko akibat pajanan benzena.
Copyrights © 2019