Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta membandingkan bagaimana proses membaca dan menyimak berperan dalam membentuk pemahaman siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor psikolinguistik yang memengaruhi keberhasilan pemahaman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik untuk memahami bagaimana proses kognitif bahasa bekerja dalam diri siswa saat menerima informasi melalui saluran visual (membaca) dan auditori (menyimak). Siswa dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok membaca yang memperoleh teks bacaan, dan kelompok menyimak yang mendapatkan materi dalam bentuk video. Evaluasi dilakukan melalui soal yang mengukur tiga indikator pemahaman, yakni gagasan utama dan tujuan teks, informasi faktual, serta makna dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok menyimak unggul dalam pemahaman gagasan utama dan kesimpulan, sementara kelompok membaca lebih baik dalam mengidentifikasi informasi faktual. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan memengaruhi jalur pemrosesan bahasa dalam otak, kelompok membaca cenderung melibatkan pemrosesan visual dan analitik, sedangkan menyimak mengaktifkan pemrosesan auditori dan pemahaman holistik. Dengan demikian, penelitian ini memperlihatkan kontribusi penting kajian psikolinguistik dalam merancang strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan sesuai dengan karakteristik kognitif peserta didik.
Copyrights © 2025