Penelitian ini mengkaji intertekstualitas antara cerpen “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” karya Kuntowijoyo dan cerpen “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji” karya Ahmad Tohari. Intertekstualitas sebagai pendekatan sastra digunakan untuk menelusuri hubungan antar teks, baik dalam bentuk kutipan langsung, pengaruh ideologis, maupun transformasi elemen-elemen naratif. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana teks sastra Indonesia saling berdialog dan membentuk jaringan makna yang saling memengaruhi. Melalui analisis struktural dan kontekstual, ditemukan bahwa kedua cerpen tersebut memiliki kesamaan dalam penggambaran tokoh, konflik batin, serta kritik sosial yang dihadirkan melalui gaya khas masing-masing pengarang. Transformasi teks tampak jelas pada cara kedua penulis menyampaikan tema kemanusiaan dan pencarian makna hidup melalui simbolisme dan alur yang bersifat reflektif. Kajian ini menunjukkan bahwa intertekstualitas tidak hanya memperkaya makna teks, tetapi juga membuka ruang pemahaman baru terhadap dinamika sastra Indonesia modern. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami keterkaitan antar karya sastra dan relevansinya dalam konteks sosial budaya Indonesia.
Copyrights © 2025