Penelitian ini menganalisis bagaimana inflasi dan pendapatan per kapita memengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga di Provinsi Sumatera Utara. Konsumsi rumah tangga adalah indikator penting dari kesejahteraan ekonomi masyarakat dan merupakan salah satu komponen terbesar dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode ini menggunakan kedua metode regresi linier berganda dan metode Ordinary Least Square (OLS). Data sekunder yang digunakan berasal dari runtun waktu Badan Pusat Statistik dari tahun 2003 hingga 2024. Sebelum estimasi model regresi dilakukan, pengujian asumsi standar dilakukan untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan, inflasi dan pendapatan per kapita berpengaruh signifikan terhadap konsumsi rumah tangga; secara parsial, pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi; dan secara keseluruhan, pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi. Sementara inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan, pendapatan per kapita secara keseluruhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi. Kedua variabel ini dapat menyumbang 99,39% dari variasi konsumsi rumah tangga, menurut nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,993980. Sementara pengaruh inflasi biasanya tidak langsung, temuan ini menunjukkan bahwa pendapatan per kapita memiliki peran dominan dalam mendorong konsumsi rumah tangga
Copyrights © 2025