Pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran merupakan salah satu aspek fundamental dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Namun, proses ini kerap menghadapi berbagai kendala yang meliputi keterbatasan dana, keterlambatan alokasi anggaran, kurangnya sumber daya manusia (SDM) dalam perencanaan, terbatasnya lahan, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, hingga kurangnya pengetahuan teknis dalam pengelolaan fasilitas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut dan mengusulkan solusi melalui studi literatur terhadap sejumlah sumber ilmiah. Dengan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini menelaah strategi pengadaan sarana-prasarana yang efektif, baik yang bersumber dari pemerintah melalui dana BOS dan DAK Fisik, maupun upaya kolaboratif seperti kerja sama dengan sektor swasta, pelibatan masyarakat, hingga optimalisasi fasilitas yang telah ada. Hasil studi menunjukkan bahwa solusi strategis seperti pelatihan SDM, transparansi pengelolaan anggaran, pemanfaatan ruang secara multifungsi, serta penguatan koordinasi dan komunikasi antar pihak dapat menjadi langkah efektif untuk mengatasi tantangan tersebut. Kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat dalam merancang kebijakan serta pelaksanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif, lingkungan pembelajaran yang kondusif dan berkualitas dapat tercipta untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan secara optimal.
Copyrights © 2025