Artikel ini membahas tentang bagaiama tradisi Yasinan dalam masyarakat Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja) berperan dalam menjaga dan membentuk kerifan lokal. Tradisi ini merupakan salah satu praktik keagamaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat muslim, khususnya yang menganut paham Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja). Bukan hanya sekedar rutinitas semata dalam pembacaan surat Yasin, Yasinan memiliki makna sosial yang mendalam, terutama dalam membangun dan mempertahankan kearifan lokal dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dan observasi partisipatif. Data yang diperoleh melalui keterlibatan langsung peneliti dalam kegiatan tradisi yasinan ini, dengan wawancara lebih mendalam dengan warga sekitar ataupun tokoh agama, serta menganalisis pada dokumen dan teks keagamaan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yasinan tidak hanya sebagai pengampu ibadah yang kolektif, tetapi juga menjadi sarana penguatan ikatam sosial, media tranmisi nilai-nilai kebudayaan, dan peneguhan identitas keagamaan dalam konteks lokal. Dalam kondisi masyarakat yang terus mengalami perubahan akibat modernisasi dan globalisasi, tradisi yasinan terbukti memiliki perang yang mampu dalam menjaga keharmonisan sosial dan kelestarian nilai budaya lokal yang selaras dengan prinsip ajaran Aswaja.
Copyrights © 2025