Di tengah meningkatnya peran aktor lokal dalam hubungan internasional, kerja sama Sister City antara Surabaya dan Liverpool menjadi model strategis paradiplomasi yang bertujuan memperkuat pembangunan daerah melalui pendidikan, budaya, dan tata kelola kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi, manfaat, dan tantangan kerja sama tersebut dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Surabaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang memanfaatkan sumber data sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen resmi terbitan lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema dan sintesis naratif terhadap kontribusi kerja sama ini terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program seperti pertukaran pelajar, pelatihan guru, serta adopsi praktik tata kelola dari Liverpool telah mendorong transformasi kelembagaan dan inovasi kebijakan publik di Surabaya. Temuan ini menegaskan kontribusi Sister City sebagai sarana pembangunan partisipatif dan inklusif, serta memperluas diskursus teoritis tentang paradiplomasi kota. Kesimpulannya, kerja sama Surabaya–Liverpool dapat dijadikan model kolaboratif yang aplikatif dalam pembangunan daerah, meskipun perlu adanya penguatan aspek keberlanjutan program, koordinasi multiaktor, serta studi lanjutan berbasis data primer untuk memperdalam pemahaman empiris.
Copyrights © 2025