Penelitian ini membahas bagaimana aktor politik berpartisipasi dalam wacana program makan bergizi gratis di Indonesia serta pengaruh kepentingan politik dalam pembentukan kebijakan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, artikel ini menganalisis dinamika interaksi antara isu-isu sosial, kepentingan politik, dan strategi populisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun program makan bergizi gratis awalnya dilatar belakangi oleh persoalan gizi dan stunting, dalam konteks politik elektoral isu ini mengalami transformasi menjadi alat kampanye dan simbol keberpihakan. Program ini dimanfaatkan untuk membangun citra politisi yang pro-rakyat, namun berisiko menjadi sekadar janji politik jika tidak didukung oleh kebijakan yang substansial dan berkelanjutan. Selain itu, terlihat pula bagaimana narasi gizi anak dan kemiskinan seringkali dimobilisasi dalam retorika populis guna memperoleh simpati pemilih. Kajian ini menekankan pentingnya integrasi antara komitmen teknokratis dan tanggung jawab politik agar program benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi instrumen elektoral jangka pendek tanpa arah pembangunan yang jelas
Copyrights © 2025