Artikel ini membahas hubungan intertekstual antara dua naskah drama Indonesia yang mengangkat nilai tradisi Minangkabau, yaitu Pembalasannya karya Saadah Alim dan Matrilini karya Wisran Hadi. Kedua naskah merepresentasikan sistem kekerabatan matrilineal dan praktik perjodohan tradisional dengan tokoh mamak sebagai figur sentral dalam pengambilan keputusan keluarga. Kajian ini menggunakan pendekatan intertekstual Julia Kristeva untuk menelusuri proses transformasi, oposisi, dan transposisi nilai-nilai tradisi dalam kedua teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pembalasannya menyoroti perlawanan tokoh perempuan terhadap sistem perjodohan yang menindas, sementara Matrilini mengungkap kemunduran nilai adat akibat ambisi materialistik tokoh mamak. Relasi intertekstual di antara kedua naskah mencerminkan dinamika perubahan sosial dan krisis identitas budaya dalam masyarakat Minangkabau. Kajian ini memperlihatkan bagaimana sastra menjadi medium untuk menggugat, menegosiasi, dan mentransformasi nilai tradisi yang terus mengalami benturan dengan realitas modern. Dengan demikian, karya sastra tidak hanya merekam perubahan budaya, tetapi juga turut andil dalam membentuk kesadaran kritis terhadap praktik sosial yang diwariskan secara turun-temurun.
Copyrights © 2025