Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Paulus dalam membangun dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang pluralistik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi literatur atau kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GMIM Paulus memiliki peran strategis sebagai pemimpin opini dalam mengelola dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Manado. Berbagai kegiatan lintas agama yang bersifat insidentil telah dilakukan sebagai upaya nyata untuk mempertahankan kerukunan tersebut. Namun, dalam pelaksanaan program-program lintas agama tersebut, strategi komunikasi belum sepenuhnya dirancang secara matang, karena masih berfokus pada penyebaran informasi melalui media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya perencanaan komunikasi yang lebih sistematis dan berkelanjutan, termasuk pelatihan komunikasi lintas budaya bagi para pelayan gereja serta penguatan dialog antaragama secara rutin dan menyeluruh. Dengan demikian, GMIM Paulus diharapkan dapat semakin optimal dalam membangun toleransi, mempererat hubungan lintas iman, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Copyrights © 2025