Naskah drama Manusia BBM karya Abdul Hamid dipentaskan oleh Teater Tuman UNISNU Jepara menyajikan kritik sosial terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap masyarakat kelas bawah. Penelitian ini mengkaji naskah drama tersebut dari perspektif feminisme dengan fokus pada representasi perempuan serta peran mereka dalam menghadapi krisis ekonomi akibat kebijakan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis sastra dengan pendekatan feminis, yang menelaah karakter perempuan, dialog antar tokoh, alur cerita secara menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan perempuan digambarkan memikul beban ganda, baik secara ekonomi maupun sosial, secara implisit mengungkap ketidakadilan gender dalam konteks krisis ekonomi. Perempuan berperan sebagai penopang utama keluarga di tengah kesulitan hidup, mencerminkan ketimpangan sosial dan gender yang selama ini kurang mendapat perhatian. Drama ini berfungsi sebagai medium penting untuk menyuarakan isu ketimpangan gender dan sosial serta menunjukkan peran sastra sebagai alat kritik sosial yang efektif dalam mengangkat isu feminisme dan keadilan sosial di tengah dinamika kebijakan ekonomi.
Copyrights © 2025