Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan komunitas Papua di Universitas Trunojoyo Madura dalam menghadapi stigma dan diskriminasi lokal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mekanisme adaptasi, pola resiliensi komunitas, dan pendekatan integrasi sosial yang digunakan mahasiswa Papua dalam lingkungan akademik lokal yang didominasi budaya Madura. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan diskusi kelompok terfokus yang melibatkan 25 mahasiswa Papua dan 10 anggota komunitas lokal selama periode enam bulan. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa Papua menerapkan berbagai strategi adaptasi baik individual maupun kolektif, termasuk pelestarian budaya, pencapaian keunggulan akademik, pembangunan jaringan sosial strategis, dan advokasi melalui organisasi mahasiswa. Penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan strategi tersebut, meliputi dukungan institusional universitas, intensitas dialog antarbudaya, kepemimpinan komunitas yang efektif, dan keberadaan mentor dari alumni Papua. Implikasi penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan inklusif dan program sensitivitas budaya di institusi pendidikan tinggi untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih harmonis dan mendukung keberagaman.
Copyrights © 2025