Usaha pengolahan kopi bubuk di Kabupaten Tanah Datar memiliki sejarah panjang sebagai industri rumahan yang diwariskan secara turun-temurun dengan teknologi sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pelaku usaha pengolahan kopi bubuk guna mendukung strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian dilaksanakan pada 10 Oktober hingga 09 November 2020 di Kabupaten Tanah Datar dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur terhadap 100 pelaku usaha pengolahan kopi bubuk. Analisis deskriptif digunakan untuk memetakan profil pelaku usaha berdasarkan jenis kelamin, rentang usia, tingkat pendidikan, dan umur usaha. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pelaku usaha adalah perempuan (57%), berada pada usia dewasa madya (40–60 tahun) sebesar 61%, dengan tingkat pendidikan didominasi SMA/sederajat (46%) dan SD/sederajat (36%). Sebagian besar usaha berumur 1–10 tahun (41%) dan 11–20 tahun (26%), dengan beberapa usaha telah beroperasi lebih dari 50 tahun, mencerminkan tradisi usaha berbasis keluarga yang kuat. Temuan ini menyoroti skala usaha rumah tangga yang menghadapi tantangan dalam adopsi teknologi modern, pengelolaan usaha, serta ketergantungan pada pasokan bahan baku dari luar daerah. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas melalui pelatihan manajemen dan teknologi, penguatan rantai nilai lokal, kemudahan akses pembiayaan, dan pengembangan strategi untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan industri pengolahan kopi bubuk di Kabupaten Tanah Datar.
Copyrights © 2025