Tradisi Sekaten yang berakar sejak Kesultanan Demak hingga terusĀ dipertahankan di wilayah Yogyakarta maupun Surakarta, bukan hanya sebagai perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai simbol pencampuran anatara budaya lokal dengan ajaran Islam. Tradisi ini berisi rangkaian acara seperti gamelan, pembacaan syahadatain, serta pembagian gunungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna simbolik dari berbagai prosesi dan tradisi dalam Sekaten sebagai representasi keragaman Islam Nusantara, serta menggali nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) yang tercermin di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pemanfaatan data sekunder berupa literatur yang relevan, yaitu dari jurnal dan artikel keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam Sekaten merupakan bentuk akulturasi antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang mencerminkan nilai-nilai moderat tawasuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan) dan i'tidal (keadilan) sebagaimana prinsip utama dalam Aswaja. Hal ini menunjukkan bahwa Sekaten adalah bentuk eskpresi Islam Nusantara yang mengedepankan harmoni antara ajaran Islam dan budaya, serta mencerminkan keberagaman dalam konteks keislaman yang inklusif.
Copyrights © 2025