Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berperan penting dalam mendukung perekonomian lokal, termasuk sektor mebel yang menyerap tenaga kerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, tidak semua UMKM memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk menjaga keberlanjutan usaha, sehingga analisis kelayakan bisnis menjadi penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan finansial Faiz Meubel di Kecamatan Palu Barat dengan menekankan pada dua indikator sederhana namun relevan, yaitu Payback Period (PBP) dan Average Rate of Return (ARR). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemilik dan karyawan, kemudian diolah ke dalam model analisis finansial untuk memperkirakan laba bersih tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan investasi awal sebesar Rp75.000.000, modal dapat kembali dalam waktu 2 tahun 9 bulan, yang berarti usaha cukup likuid. Sementara itu, perhitungan ARR menghasilkan tingkat pengembalian akuntansi rata-rata sebesar 80% per tahun, yang jauh melampaui standar minimum pengembalian investasi seperti suku bunga deposito bank. Temuan ini menunjukkan bahwa Faiz Meubel layak dijalankan dan memiliki prospek keberlanjutan yang baik. Penelitian ini juga mengimplikasikan pentingnya strategi efisiensi biaya, diversifikasi produk, serta pencatatan keuangan yang lebih sistematis untuk menjaga arus kas dan meningkatkan daya tarik bagi investor di masa depan.
Copyrights © 2025