Dalam ajaran Islam, hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Serta merupakan sebuah kenyataan bahwa terdapat ribuan teks hadis dalam puluhan kitab, juga keanekaragaman redaksi matan yang terhimpun dalam berbagai macam koleksi hadis yang juga banyak dan beraneka ragam. Perkembangan ilmu hadis pada abad ke 4 H dan setelahnya ditandai dengan lahirnya karya-karya penting yang tidak hanya menghimpun hadis, tetapi juga memberikan penjelasan, kritik, serta penyederhanaan. Pada masa ini muncul dua bentuk karya monumental, yaitu kutub al-Syuruh dan mukhtasar. Kitab al-Syuruh berfungsi sebagai upaya memperjelas makna hadis, mengurai sanad, serta menjelaskan aspek kebahasaan dan hukum yang terkandung di dalamnya. Sementara itu, karya mukhtasar hadir untuk merangkum kitab kitab hadis yang panjang agar lebih praktis dan mudah dipelajari oleh berbagai kalangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis mengenai kitab hadis yang dikarang pada abad ke 4, metode pengarang kitab-kitab hadis pada abad ke 4, definisi al-Syuruh dan mukhtasar, serta contoh-contoh kitab hadis yang dikarang dengan menggunakan metode al-Syuruh dan mukhtasar.
Copyrights © 2025