Penelitian ini mengkaji praktik etnografi Methi’ Padi sebuah ritual tradisional dalam penanaman padi sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan identitas budaya masyarakat Kaliploso, Banyuwangi. Melalui pendekatan kualitatif studi etnografi dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam ke masyarakat Desa Kaliploso pada saat upacara methik padi dilaksanakan, penelitian ini mendokumentasikan bagaimana ritual ini merepresentasikan rasa syukur kepada alam serta mengandung kearifan ekologis lokal, selain itu untuk memahami sebuah makna yang tersirat pada adat methik padi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian praktik budaya semacam ini bukan hanya penting untuk keberlanjutan warisan budaya, tetapi juga mendesak untuk menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda. Studi ini menekankan pentingnya integrasi pelestarian budaya ke dalam kebijakan pendidikan lingkungan di tingkat masyarakat, dan menganalisis perubahan kehidupan bersosial sebagai sebuah pengamatan bagaimana tradisi methik padi ini akan berubah dengan berjalannya waktu, seperti contoh dari aktivitas bersama menjadi aktivitas personal atau individual.
Copyrights © 2025