Melihat perkembangan media sosial, dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, hiburan, sosial, hingga politik. Salah satunya hingga mencakup lembaga pemerintah pusat dan daerah serta kementerian. Contoh nyata adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Prabowo menggunakan media sosial untuk menyebarkan program kerjanya, tentang "Makan Siang Gratis". Meski program ini berhasil menarik dukungan publik, namun juga muncul berbagai polemik yang berkembang ke berbagai lapisan masyarakat. Berdasarkan latar belakang ini, tujuan peneliti ingin mengeksplorasi secara mendalam tentang bagaimana sikap mahasiswa FISIP terhadap kampanye dan polemik yang terjadi di media sosial tentang program makan siang gratis pasangan Prabowo Gibran, ditinjau menggunakan tiga komponen kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dengan populasi seluruh mahasiswa FISIP berjumlah 521, penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga diketahui 104 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner melalui google form. Kemudian setiap item pernyataan diukur dengan Skala Likert. Data kemudian di analisis dengan menggunakan analisis univariat karena hanya terdapat satu variabel yaitu sikap. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa FISIP sebagian besar setuju dan kurang setuju dengan kampanye dan polemik tentang program makan siang gratis. Akibatnya, untuk mengurangi keraguan terhadap program makan siang gratis, transparansi yang lebih besar, dan komunikasi publik yang lebih jelas diperlukan. Pemerintah juga harus memastikan bahwa program dijalankan secara adil.
Copyrights © 2025