Kabupaten Sikka merupakan kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur dengan tingkat rentan tsunami yang cukup tinggi. Hal ini karena Kabupaten Sikka berada dekat dengan zona subduksi lempeng tektonik Australia dan Eurasia serta dipengaruhi oleh sesar- sesar aktif di sepanjang Pulau Flores. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang berpengaruh pada kerentanan bencana tsunami, kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.7.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis tersebut pesebaran kerentanan bencana tsunami di wilayah pesisir utara Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur memiliki sebaran wilayah yang termasuk dalam tingkat tingkat kerentanan sangat tinggi mempunyai luasan sebesar 30.55 km dengan presentase 1,8% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan tinggi mempunyai luasan sebesar 76,63 km dengan presentase 4,5% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan menengah mempunyai luasan sebesar 137,82 km dengan presentase 8,1% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan rendah mempunyai luasan sebesar 362,29 km dengan presentase 21,4% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan sangat rendah mempunyai luasan sebesar 1087,34 km dengan presentase 64,2% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura.
Copyrights © 2024