Desa Balongsari di Kecamatan Gedeg menghadapi tantangan signifikan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakatnya. Program Makanan Tambahan (PMT) yang ada saat ini belum optimal dalam memberikan variasi dan kualitas gizi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas PMT dengan memperkenalkan pudding soya sebagai alternatif makanan bergizi yang kaya protein dan nutrisi penting. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development) yang melibatkan pemetaan aset, analisis kebutuhan, serta perencanaan dan implementasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa memiliki aset penting, termasuk petani soya lokal dan fasilitas pengolahan sederhana untuk produksi pudding soya, serta pengetahuan tentang gizi dari puskesmas setempat. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa anak-anak dan ibu hamil memerlukan peningkatan asupan protein dan vitamin. Dengan mengisi kesenjangan gizi yang ada dalam PMT, pudding soya diperkenalkan dan didistribusikan, menghasilkan umpan balik positif dari penerima manfaat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penerimaan gizi dan penurunan kekurangan gizi di masyarakat. Penerapan pudding soya dalam PMT menggunakan metode ABCD menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas gizi secara efektif. Program ini tidak hanya memanfaatkan aset lokal tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi spesifik masyarakat, memberikan dampak positif pada status kesehatan. Temuan ini menunjukkan potensi pudding soya sebagai model yang dapat diterapkan dalam program makanan tambahan di komunitas lain.
Copyrights © 2024