Masa tua cenderung melibatkan perubahan dan penyesuaian, terutama saat anak menikah. Beberapa lansia mungkin kesulitan menerima menantunya karena berbagai faktor, yang dapat menyebabkan konflik dan stres dalam keluarga. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas intervensi pemaafan terhadap lansia yang mengalami kesulitan menerima menantunya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan partisipan perempuan berusia 78 tahun, dengan melakukan wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis, hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi pemaafan berhasil membantu lansia untuk memaafkan diri sendiri dan menantunya. Sebelum intervensi, partisipan kesulitan membicarakan menantunya bahkan enggan menyebutkan namanya. Namun, setelah intervensi, sikap partisipan berubah, bahkan ia mulai berkomunikasi melalui video call dan menyebut menantu dengan panggilan yang lebih akrab. Sehingga, intervensi pemaafan memberikan dampak positif pada kemampuan lansia untuk memaafkan diri dan orang lain, serta menghasilkan perubahan dalam kedekatan emosional dan hubungan interpersonal mereka. Kata kunci: pemaafan, lansia, menantu, psikososial, penyesuaian diri
Copyrights © 2024