Sudah menjadi hukum alam, jika lansia mengalami penurunan fungsi fisik. Tidak sedikit lansia tetap harus bekerja ditengah penurunan fungsi fisiknya. Penerimaan diri menjadi penting untuk dapat membuat lansia menjadi lebih nyaman dan bahagia dimasa tuanya ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerimaan diri yang terjadi pada lansia yang masih bekerja. Metode yang digunakan yakni fenomenologi dengan teknik wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak tiga informan utama dan tiga informan tambahan dari pasangan dan anak yang tinggal satu rumah dengan informan utama. Hasil yang diperoleh adalah lansia pertama menyadari kekuatan yang ada didalam dirinya menurun yang menyebabkan kelelahan dan fisiknya mudah merasakan sakit, sehingga dia memilih untuk semampunya dan tidak memaksakan diri dalam bekerja. Lansia kedua menyadari dirinya mudah kelelahan, namun lansia ini masih memaksakan diri dan marah bila sesuatu yang dikerjakan tidak sesuai dengan harapanny. Namun seiring berjalan waktu, dia dapat menerima dengan memahami kondisi yang dimiliki. Lansia ketiga menyadari bila dirinya mudah kelelahan, namun lansia ini tidak merasa kecewa atas apa yang dimilikinya. Lansia ini menganggap bahwa Tuhan sudah memberikan nikmatnya masing-masing, sehingga lansia ini memili bersabar dan berdo’a meminta pertolongan kepada Tuhan. Kesimpulannya lansia pertama menerima dengan konsep narima, lansia kedua mengalami tahapan penerimaan diri, serta lansia ketiga menerima dengan konsep narima dan qona’ah.
Copyrights © 2024