Urgensi penelitian ini yaitu implementasi pembelajaran diferensiasi penting karena mendorong pengembangan kemampuan pemecahan masalah yang kritis pada tingkat Sekolah Dasar. Melalui pendekatan ini, setiap siswa dapat mendapat pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuannya, memungkinkan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam proyek kolaboratif IPTEK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengimplementasian pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam proyek kolaboratik berbasis IPTEK untuk siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan desain Sequential Exploratory. Penelitian Sequential Explanatory adalah jenis desain penelitian kuantitatif-kualitatif yang menggabungkan kedua pendekatan tersebut dalam dua fase berturut-turut. Fase pertama adalah pengumpulan dan analisis data kuantitatif, diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif untuk menjelaskan temuan dari fase pertama. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD Negeri Rejodadi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 29 orang siswa SD Negeri Rejodadi dan 1 orang guru. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah intrumen tes, instrumen observasi, instrumen wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dengan jenis tes objektif, observasi untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung dan wawancara untuk menggali informasi lebih dalam mengenai pandangan subjek penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian adalah analisis data kuantitatif deskriptif dan analisis data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian implementasi pembelajaran diferensiasi dalam proyek kolaboratif IPTEK siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa guru berhasil mendesain proyek yang mengakomodasi kebutuhan siswa dengan baik dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, melalui pembagian peran berdasarkan kemampuan individu, yang memungkinkan setiap siswa untuk berkontribusi sesuai dengan pemahaman tingkat kognitif yang disertai pembelajaran proyek berbasis IPTEK, dan hasil menunjukkan bahwa kemampuan memahami masalah mendapatkan siswa hasil tertinggi dibandingkan kemampuan merencanakan masalah, menyelesaikan masalah, dan melakukan pengecekan kembali. Dengan mendesain proyek sains dan teknologi yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa, diharapkan keterlibatan dan kemampuan pemecahan masalah siswa dapat meningkat, serta mendorong pembelajaran yang lebih efektif dan menyeluruh di kelas.
Copyrights © 2025