Bahasa Tobati merupakan bahasa Austronesia yang terancam punah dengan jumlah penutur aktif kurang dari 100 orang di desa Tobati dan Enggros. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah agar anak-anak adat di komunitas Tobati menjadi terbiasa dan tertarik mempelajari bahasa ibu mereka dengan menyediakan materi dan sumber belajar yang menarik. Revitalisasi bahasa Tobati dilaksanakan dengan metode pencelupan bahasa. Leksikon bergambar digunakan untuk mengenalkan anak-anak kosakata dasar bahasa Tobati di sekolah dan rumah, membantu guru dan orang tua dalam mewariskan pengetahuan linguistik dalam format yang mudah dipahami. Data dikumpulkan melalui observasi dalam tiga kali pertemuan dan dianalisis dengan analisis tematik. Hasilnya, revitalisasi bahasa Tobati melalui metode pencelupan bahasa menggunakan leksikon bergambar secara efektif merangkul dan menarik minat anak-anak untuk mempelajari bahasa ibu mereka. Implikasinya adalah untuk menjaga vitalitas bahasa dan berpotensi membawa hasil positif bagi anak-anak dan komunitas adat, seperti pelestarian bahasa, penguatan identitas budaya, dan manfaat pendidikan.
Copyrights © 2025